All for Joomla All for Webmasters

Kisahku / Tips

Wenti adalah gadis yang periang, humoris, dan ceria. Di mana ada Wenti, suasana menjadi meriah. Ia disukai kawan-kawannya karena sifatnya itu. 

Suatu hari, di jam makan siang, Wenti bersama teman-temannya duduk menunggu menu datang. Seperti biasa Wenti selalu memeriahkan suasana dengan cerita-ceritanya. Mereka pun saling bercanda. Tiba-tiba salah seorang temannya bernama Ali berkata, “Wen, lo kok nyengir memulu sih orangnya?”

Wenti dengan ceria menjawab, “Iya dong. Kalo cemberut mulu ntar tembem pipi gue. Atau malah tebel bibir gue.”

Wenti sama sekali tidak menyadari kalau Ita, salah satu yang ada di sana, mendadak pucat wajahnya. Ia merasa Wenti tengah menyindirnya sebab ia memiliki pipi yang bulat temben dan bibir yang tebal. Merasa tidak nyaman, Ita pun berdiri dan meninggalkan meja itu. Semua yang di sana saling berpandangan.

 

Pernahkah kamu mengalami hal ini? 

Bercanda adalah hal yang lumrah kita lakukan setiap harinya. Candaan ringan akan menghangatkan suasana. Namun, ada saatnya kita tahu kapan kita perlu bercanda atau batasan hal mana saja yang bisa dijadikan sumber candaan. Jika candaan kita seperti menyerang seseorang padahal kita tidak sengaja melakukannya, wahh, sakitnya dalam sekali.

 

1. Hindari bercanda yang membawa kekurangan seseorang 

2. Jangan Bercanda tentang status hubungan seseorang 

3. Jangan Bercanda saat teman sedang terpuruk

4. Jangan Bercanda mengenai posisi dan gaji

 

Berlangganan Newsletter

Bergabunglah dengan mailing list Gondola Ancol dan dapatkan berbagai info & penawaran spesial!